25 Nov 2017

Tombak Pendidikan Generasi Penerus Bangsa

Seperti ungkapan yang sudah sering kita dengar, masa sekolah adalah masa yang paling indah. Banyak cerita yang kita alami sebagai pelajar, baik pengalaman bersama teman-teman maupun cerita tentang Guru-guru yang tentu menambah warna saat kita bersekolah.

Nah, berbicara tentang Guru, tahukah kamu bahwa ditanggal 25 November  merupakan hari ulang tahun PGRI yang sekaligus diperingati sebagai Hari Guru Nasional?

Pada suatu kesempatan, redaksi Nuansa secara acak mewawancarai beberapa siswa-siswi Nuansa Musik. Kebanyakan dari mereka mengaku tidak mengetahui kapan Hari Guru diperingati dan ini sangat disayangkan sekali, sebagai pelajar kita kurang menaruh perhatian terhadap hari-hari penting Nasional seperti Hari Guru. Adapun beberapa yang mengetahui akan Hari Guru ini disebabkan sekolah mereka mengadakan acara dalam rangka memperingati Hari Guru.

Guru sebagai tombak terpenting dalam memajukan anak bangsa memang sudah sepatutnya dihormati dan dijunjung atas dedikasi yang diberikan kepada kita dalam mengajarkan pendidikan formal maupun non formal.

“Guru itu selain mengajarkan pelajaran juga berperan memberi support kepada kita” papar Valencia saat ditanyai pendapat mengenai arti guru. Valencia yang merupakan siswa NANC di Nuansa Musik yang saat ini menduduki bangku kelas 5SD mengaku bahwa ia tidak ingin menjadi Guru karena ia menyadari bahwa menjadi Guru itu susah. “Semoga Guru-guru semakin bersemangat lagi dalam mengajar lebih banyak orang”, demikian pengharapan Valencia di Hari Guru.

Sedangkan pendapat Guru menurut Davyn, siswa drum di Nuansa Musik yang saat ini duduk dibangku kelas 6 SD mengungkapkan: “Guru sebagai wakil orang tua kita disekolah, sudah seharusnya mengetahui dan mengerti cara mengajar sesuai kondisi masing-masing anak sehingga mampu menjadi idola bagi murid-muridnya” .

Sejalan dengan kakaknya Davyn, Dylan, siswa piano klasik yang saat ini masih duduk dibangku kelas 2 SD menuturkan bahwa “Guru favorit itu adalah Guru yang bisa mengajar dengan cara yang cepat dimengerti oleh murid”. Dylan mengaku bahwa ia tidak ingin bercita-cita menjadi seorang Guru. Ia menyadari kesusahan yang dialami oleh Guru ”Mengajar itu susah, apalagi kalau anak-anaknya nakal dan suka teriak-teriak” paparnya dengan penuh kepolosan.

Dalam karya tulis berupa puisi sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap Guru di sekolah, Dylan menuturkan sebuah penggalan kata yang mungkin sulit diungkapkan kebanyakan murid kepada Gurunya, yaitu: “Aku sayang Bapak & Ibu Guru”

Sudahkan kamu mengungkapkan rasa terima kasih atas jasa-jasa Guru-mu?